Figo dan Zidane

Juli 6, 2006 at 3:54 am 37 komentar

zidanefigo.jpg
BERPELUKAN. Pemain Portugal Luis Figo memeluk pemain Prancis Zinedine Zidane partai semifinal berakhir dengan kemenangan Prancis 1-0. (Foto: Reuters)

Entry filed under: France, News, Portugal, Soccer, World Cup, World Cup 2006. Tags: .

Bravo Zidane! Scweinsteiger Si Penyelamat Jerman

37 Komentar Add your own

  • 1. khu7ank  |  Juli 8, 2006 pukul 4:41 pm

    tua – tua masih oke juga ya…………..

    Balas
  • 2. irink  |  Juli 11, 2006 pukul 4:13 am

    gwe suka banget ma zidane, krn buat gwe dia adalah heronya dunia sepak bola, boleh setuju boleh ga terserah aja, walaupun di PD 2006 prancis ga menang tp dihati gwe prancis tetep menang, gwe ga yakin kl zidane melakukan penyundulan kepala ke materazi itu dengan sengaja krn ia mau melakukan itu, pasti ada satu or dua hal yg membuat zidane marah seperti itu, apa materazi itu orangnya seperti itu yah, kl iyah maka kemenangan italy pada PD ini menurut gwe kurang fair dan masih banyak lagi hal2 yg ga fair yg terjadi di PD 2006 ini, gwe yakin betul, bukan krn gwe suka ma zidane trus gwe langsung bela aja, tp gwe ngeliat dari sisi2 lain juga seperti melihat dr permainan2 grup2 sepakbola dr berbagai negara juga yg melibatkan wasit2 yg kurang fair juga serta hal2 yg dilakukan apa saja asal menang,bla..bla..bla…
    pokoknya sekali ZIDANE TETAP ZIDANE…oke banget thanks

    Balas
  • 3. akurek  |  Juli 12, 2006 pukul 2:03 am

    FIFA harusnya berani memberi sanksi pada Materezzi yang terbukti melalui tayangan vidio melakukan provokasi berdasarkan berbagai kesaksian para ahli bahasa gerak bibir, tak mungkin ada reaksi begitu keras dari Zidane tanpa ada sebab yang sangat serius. Diberbagai negara Zidane dikenal sebagai pemain yang santun dan sangat jarang terkena kartu kuning, apalagi kartu merah. Beda dengan Materezzi yang sering kena kartu kuning dan kartu merah. Betul khan temen-temen !

    Balas
  • 4. tinche  |  Juli 12, 2006 pukul 7:22 am

    Sang Maestro……….Zenidene Zidane
    Cool,Performance is good, sweet then muslim very very good
    cup muah muahhhhhhhhhh**********************

    Balas
  • 5. qq  |  Juli 12, 2006 pukul 8:32 am

    gue fansnya zidane banget!!! gua harap dia bisa maen buat arema! hidup italia !!

    Balas
  • 6. DeeAh  |  Juli 12, 2006 pukul 9:26 am

    seeeeeeeeeemangat terus buat om zidane,dasar tuh si materazzi sirik ama performa zizzou yang brilian, niarpun zizou udah pensiun dia akan selalu ada di hati aku ^0^

    Balas
  • 7. spidy  |  Juli 12, 2006 pukul 1:45 pm

    Italy nyebahiiiiiiiiii…..materazzi njijiki….ga fair!!!!!!! Hari gini msh maen rasis…..huuuuuu……ga bgtz….percuma tuh menang…….It’s just a game knp mesti pake acra mehghina segala…….final world cup 2006 bnr terburuk sepanjang sejarah…..penonton kecewa!!!!!!!!!

    Balas
  • 8. Tryas Chasbiandani  |  Juli 14, 2006 pukul 3:37 am

    zidane itu walaupun punya masalah dengan emosinya tetep aja best of the best…
    dia kena kartu gara2 kluarganya diejek, manusia mana yang g marah coba? maka dari itu
    “SAY NO TO RASIS”

    Balas
  • 9. materazi's enemy  |  Juli 14, 2006 pukul 4:15 am

    satu kata buat materazi……menjijikkan…..setiap zidane bertanding, gw sllu nonton n gak pernah sekalipun dia semurka itu….apalagi coba kalo bukan karena materazi yang sokkkkkk bgt itu….setuju khan klo materazi itu menjijikkan….apa sih yg dibanggain dri materazi, gak adaaaa kecuali suka nyela org lain….tenang zidane…org yang dicela itu lbh baik dri yang mencela….materazi mencela kamu krn dia merasa dirinya sangatlah rendah….

    Balas
  • 10. kapuyuk  |  Juli 14, 2006 pukul 11:13 am

    zidane, bravo itulah sifat nya orang barat suka ngiri apabila ada orang islam yang naik daun, terorislah, pengacaulah, ekstrimislah, padahal sesungguhnya kebalikanya, bangkitlah zidane, jangan hanya berjaya di bola tapi juga berangkatlah ke medan jihad kalau kau memang muslim,

    Balas
  • 11. toni  |  Juli 14, 2006 pukul 2:34 pm

    zidane?…. wah2… biang yang satu ini saya suka dengan permainanya.. sifat kalemnya pun tak cuma di luar lapangan, tapi di dikala merumput pun jelas….

    tapi… saat materazi berkomat-kamit tak senonoh.. ia tak bisa diam…. materazi keterlaluan. mungkin ini hanya trik materazi agar ia di keluarkan karena adu penalti akan terjadi…. dan memang benar. materazi berhasil…..

    Balas
  • 12. zakya  |  Juli 15, 2006 pukul 5:35 am

    zidane always in my heart

    Balas
  • 13. cusanhku  |  Juli 15, 2006 pukul 12:15 pm

    emg tindakan materazi keterlaluan….
    zidane udagh kena hukuman….materazi ???

    Balas
  • 14. miSkulziE  |  Juli 16, 2006 pukul 1:43 am

    wahhhhh…..jawara bgt zidAne meskipun Dia mengakhiri karirnya kaya GitU tapI aku teTap Salut Ma zidane.
    Bravo zidAne.ZiDane KerEn.

    meskipun Dia Kalah tapi dia kalaH Dengan terHormaT, OraNg Yang Berwibawa kaya Zidan Patut DiaCungi jempol g kaya Mate’razzI Yang jago provokasi aja.
    Heh dasar Itali Menang Cuma KebErunTungan Aja,Kalo trEzEquet masuk skornya Pasti Sama.

    salah KaosnYa Itali Ketat Ketat lagI(kurang Kain kale)

    Balas
  • 15. rista  |  Juli 16, 2006 pukul 3:05 am

    Zizou alias mang zidane is still mya hero, buktikan kalo muslim
    itu tidak selamanya identik dengan teroris, berjihadlah!!!!!
    bravo. wassalam

    Balas
  • 16. Zitina  |  Juli 16, 2006 pukul 11:38 am

    I luv Him !!! i Luv him for the man he meant to B, and i luv him For the man He almost is…Je t`aime beaucuop Zizou….And i luv the way you butted Materasis…Look So Cool

    Balas
  • 17. juwita  |  Juli 17, 2006 pukul 12:55 pm

    Tanggapan-ku tentang komentar orang-orang selama ini mengenai Zidane’s “head-butting”.

    1.walaupun Materazzi menghina ibu dan saudara Zidane, tidak seharusnya Zidane menganggap kata2nya serius karena Materazzi tidak pernah bertemu apalagi mengenal ibu dan saudara Zidane.

    Tanggapanku >>> apakah kamu pernah mendengar kata2…becareful for what u said…atau bagaimana jika teman anda yang dengan alasan tidak pernah bertemu dengan keluarga anda tiba2 berkata kepada anda…”hey…aku tahu jika ibumu adalah seorang teroris dan adikmu adalah seorang pelacur.” ? Aku yakin…jika “head-butting” belum cukup untuk membalas perbuatannya.

    2.Bagaimanapun…seharusnya Zidane tidak melakukan tindakan kasar terhadap Materazzi, karena ini adalah sebuah permainan olah raga (high pressure), kata2 sampah (trash talking) termasuk “lazim” didalamnya dan Zidane seharusnya sudah tahu akan hal itu dan bersikap dewasa dengan tak memperdulikannya.

    Tanggapanku >>> mungkin berlaku untuk olah raga lain…tapi tidak untuk ajang bergengsi seperti “World Cup”. Disini adalah arena pertandingan olah raga untuk orang2 yang berdedikasi tinggi…terpelajar…dan bergengsi… Dimana seluruh dunia rela mengorbankan tidak hanya waktunya untuk menyaksikan ajang kelas dunia ini. Namun…apa yang Materazzi katakan sudah lebih dari batas “kata2 sampah” (trash talking). Dengan mengatakan “ibumu adalah teroris muslim”. Tidak saja menghina orang yang ada dihadapannya. Tapi juga penonton dari seluruh dunia. Terutama kaum muslim. Ini adalah kasus “rasisme”.

    Seperti yang aku katakan tadi…ini adalah ajang kelas dunia. Menghina latar belakang seorang pemain sama dengan menghina separuh dunia yang mendukung di belakangnya.

    Untuk “head-butting” yang dilakukan Zidane…(walaupun belum cukup untuk menghukum kata2 “rasisme” dari Materazzi) telah membuktikan pada dunia…jika Zidane telah membela separuh dunia yang ada di belakangnya dengan mempertaruhkan nama baiknya sendiri yang sudah sekian tahun ia bangun. Tidak diragukan lagi…Zidane bukan saja maestro lapangan tengah untuk tim nasional France. Namun ia juga pahlawan untuk kaum muslim di dunia. Ingat…membawa nama agama adalah hal yang sangat personal…masalah keyakinan dalam jiwa setiap manusia…dimana orang rela bertaruh dengan nyawanya sendiri. Itulah mengapa…membawa nama agama sama saja mengangkat isu rasisme ke permukaan.

    Dengan keluarnya kata2 “rasisme” saat itu, pertandingan memang tidak seharusnya dilanjutkan. Karena bagaimanapun…dan dimanapun…rasisme adalah kata2 yang super sangat serius. Ditambah lagi…Materazzi adalah salah satu pemain yang membawa nama negaranya, Italy.

    Dan ingat…hal ini menjadi sangat serius karena…bukan saja kata2 Materazzi diucapkan di arena “World Cup”, namun terjadi di Berlin (tempat Grand Final World Cup berlangsung), kota yang menjadi saksi perpecahan antara Jerman Barat dan Jerman Timur akibat “RASISME”. Kota ini pula tempat dikumandangkannya perjanjian Anti RASISME.

    3.Tapi untuk pemain se-kaliber Zidane…dia seharusnya tidak kehilangan kontrol hanya akibat kata2 sampah dari seorang pemain seperti itu.

    Tanggapanku >>> berapa kali harus aku katakan…kata2 yang Materazzi ucapkan bukan sembarang kata2. Jangankan seorang Zidane…Jerman Barat-pun dapat pecah kembali dengan Jerman Timur jika ingin membahas tentang RASISME. Dunia pun bisa gempar jika dua orang “terkemuka” mengangkat isu rasisme sebagai bahan “adu mulut”.

    4.Jadi sekarang apakah anda menyalahkan wasit…karena tanpa kompromi meng-kartu merah Zinedine Zidane, tanpa tahu masalahnya?

    Tanggapanku >>> tidak sama sekali…wasit Horacio Elizondo dari Argentina itu memang bersalah karena tidak mendengar alasan dari kedua pihak, namun ia tidak patut dipersalahkan. Sekarang adalah tugas FIFA sebagai penyelenggara World Cup untuk mengusut kasus ini sejelas2nya. Mungkin saat itu wasit sangat terbatas untuk besikap adil. Namun FIFA memiliki bukti2 rekaman dan ahli2 yang dapat meneliti kejadian2 yang tidak beres di even internasional yang diadakannya. Ditambah lagi…dan yang paling penting…FIFA mempunyai hak untuk mengintervensi penghargaan “Golden Ball” bahkan “World Cup” itu sendiri.

    Sekarang bagaimana pendapat Anda, apakah World Cup masih pantas untuk tim yang bertanding dengan cara yang demikian?

    Jika anda menjawab mereka masih pantas. Yah…aku doakan saja mudah2an anda merasakannya sendiri. Aku penasaran dengan reaksi anda, jika suatu saat ada orang yang mengatakan di depan orang banyak bahwa “ibu/adik perempuan anda pelacur” (syukur2 tidak membawa nama agama dibelakangnya). Terdengar kasar…namun cukup adil jika anda ingin merasakan sensasinya…?!

    Kesimpulannya: Zidane pantas mendapatkan anugerah “Golden Ball”…bahkan World Cup 2006 lebih fair jika dialihkan kepada tim France. Dan Materazzi…dia pantas menerima hukuman lebih daripada “head-butting”.

    Balas
  • 18. egha  |  Juli 19, 2006 pukul 7:11 am

    Mat3raZZi…soookkkkkk baaannnggeeetttt gggiiittttuuuu….!!!!
    Emg dy pikir bgs apa, menghina org kyk gitu ditmbh lagi, pk bw nama agama. RASISS banget tuch!

    Heran deh, apa sih mwnya tuh makhluk kasar, n jelek itu? G tw sopan banget sih! Masih untung aja tuh Zidane cuma nyeruduk dadanya, seharusnya sih sekalian aja di pukulin ampe mampus dy di lapangan. Toch akhirnya juga Zidane tetep dpt Red Card. Tapi, itulah Zidane, dy masih terlalu baik cuma nyeruduk. Bayangin aja, seandainya kamu yang di gituin ma org laen..

    Gimana pun juga, menurut aku…Zidane ga pantas dpt kartu merah! Hidup Zidane….!!!

    ** I LOVE U, ZIDANE….U ALWAYS BE IN MY HEART! **

    Mampus tuh MATERAZZI.

    Balas
  • 19. icha  |  Juli 20, 2006 pukul 1:23 pm

    Zizou…..tetep the best!!
    Zizou…..tetaplah menjadi bintang di hati para penggemarmu.
    Zizou….tak kan pernah ku lupa setiap aksi2 brilianmu.
    Bravo….ZIZOU…

    Balas
  • 20. Materazzi hater for my entire life  |  Juli 22, 2006 pukul 9:07 am

    Setiap aku ngomongin tentang Materazzi sama semua temenku. PASTI yang keluar dari mulut kami hanya cacian. makian, serta umpatan-umpatan kasar yang pernah dia lakukan pada Zidane.

    Sangat tidak lucu dia berbuat seperti itu diajang Piala Dunia. Apa mesti belajar tata krama lagi?

    Boleh usul buat Materazzi? Kayaknya aku tau deh tambahan tatoo baru buat dia. Tulis di lengannya besar-besar, “I LOVE RASISM”

    ITALY menangnya HOKIIIIIIII……………….. NGGAK FAIR!!!!! Apalagi pas lawan Australia!!!!! Diving tuh!!!

    Balas
  • 21. dara_manisku  |  Agustus 6, 2006 pukul 7:38 am

    Materazzi BUTUT jelek udah ngatain Zizou-ku yang manisss^^ tapi kerenan juga Christiano Ronaldo

    Balas
  • 22. dara_manisku  |  Agustus 6, 2006 pukul 12:11 pm

    yah kok yang lagi meluk Zidane cuma punggungnya doang

    Balas
  • 23. melly  |  Agustus 17, 2006 pukul 10:15 am

    ZIDANE WILL ALWAYS BE IN MY HEART…… FOREVER……

    Balas
  • 24. KHAERINIA  |  Agustus 30, 2006 pukul 2:47 pm

    I LOVE U FABREGAS

    Balas
  • 25. zizoufan  |  September 1, 2006 pukul 12:23 am

    Buat Italia (terutama Materesek) :
    Kasian deh lo….
    Baru menang eh ternyata di Italia loe disambut sanksi gara-gara
    pengaturan skor. Itulah akibatnya karena menghina seorang Zidane. Buat Materesek, sial selalu!!!!!!!!

    Balas
  • 26. alessandra del piera  |  September 1, 2006 pukul 7:35 am

    walaupun gw cinta Italy, tapi aku ngga suka ama tindakan si Materazzi… itu namanya rasisme! apalagi gw kan islam (make jilbab lho) jg kayak si zidane….
    say no to materazzi=suck

    Balas
  • 27. kapi  |  September 9, 2006 pukul 2:05 pm

    zainuddin sayyid zidane.
    ia bermain dengan otak manusia.
    sementara materazzi bermain dengan otak beo…. nyerocosssss gak karuan!!!!!!
    wis kenek calcipioli….. main gak genah, kakehan cangkem!!!!!

    Balas
  • 28. egis  |  September 13, 2006 pukul 9:44 am

    zidane memang tercipta di bumi sebagai jenius sepak bola.. gak nyangka gw…dr dulu gw emang nge-fans sama zizou..sayang, dia
    menutup perjalanan karirnya dengan kartu merah..walaupun zizou dikartu merah gw ttp nge-fans dia…knp sih zizou mo pensiun dulu..padahal 4 taoun lagi masih 38 taun..ya sudahlah..

    salam bwt matterazi…

    Matterazi anjing, licik, brengsek..

    Balas
  • 29. zidanu  |  September 19, 2006 pukul 1:23 pm

    Zidan km masih bisa juara dunia tapi sebagai pelatih. melatih Indunesia aja pasti semua pemain semangat pantang menyerah jika kamu bersamanya. tapi aku dimainkan ya biar aku bisa jadi penggantimu kan nama kita sama, ak juga bisa main seperti kamu jika kamu melatihku, OK

    Balas
  • 30. ulul xafiera zidania  |  November 6, 2006 pukul 2:33 am

    Pemain terbaik versi aku adalah Zidan, dia patut dijadikan contoh bagi semua pemain sopak bola di dunia. Jika nanti aku punya klub sepak bola, Zidanlah pilihan utama utk melatih klubku. Aku juga salut dg tandukan Zizou terhadap Materazi, krn dia pantas mendapatkan hadiah itu. I LOVE ZIZOU……………….

    Balas
  • 31. hendri "i love zidane"  |  Juli 7, 2007 pukul 12:10 pm

    zizou emang keren abizzzzzzzz,,,,,ngga nyesel w jadi fans nya,,,,,,buat materazzi rasain lu,,,,,,,,,,sapa suruh lawan zizou,,,,,,udah tau kepala zizou itu mantepppp,,,,,,,,,,untung cuma di seruduk,,,,,,,,kalo w jadi zidane ,,,,,,,,,,udah aq buat ,,,,,jadi perkedel tuh si materazzi,,,,,itulah zidane yg baek hati ,,,cuma segitu aja,,,,,,,,,,,,,TAPI OMONG2 TOLONG DONG TANYAIN MATERAZZI DADA NYA MASIH SESAK NGGA SEKARANG,,,,,,,,,,, KALO MASIH DI RUMAH AQ ADA TUKANG URUT TUH,,,,,,,,,kekekekee,,,,,,,,,,,,,,,,,,,HIDUP ZIDANE,,,,,,YOU ARE THE BEST PLAYER FOOTBALL,,,,,,,,,PLZZZZ
    KALO ZIDANE LIAT WEB INI ,,,,,,,,,,,,,JADI PELATIH INDONESIA DONGSSS PLZZZZ ZIDANE,,,,,,,,

    BTW WELCOME YA BUAT ZIDANE KE INDONESIA,,,,,,,,KAMI WARGA INDONESIA NGERASA TERHORMAT KM MAU DATENG KE INDONESIA,,,,,,,,,,,ZIZOU IS THE BEST DAH POKOKE,,,,,,,,
    I LOVE UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU

    Balas
  • 32. Nicky  |  Juli 16, 2007 pukul 7:39 pm

    I didn’t really like it when you headbutt Italy cause i like them

    Balas
  • 33. yoghy  |  Juli 26, 2007 pukul 10:09 am

    SPORTIF MEEEEENNNNN……..
    DI DUNIA MASIH ADA JUGA PERSAHABATAN….

    Balas
  • 34. kepittink  |  Oktober 15, 2007 pukul 5:41 pm

    ZIDANE NTU FENOMENA YG GA BISA DIUNGKAPKAN DG KATA2…GW BERANI PERANG AMA ORANG YG GA SUKA DG ZIDANE…ORG YG GA SUKA NTU GW ANGGEP KAPIR…”NO ONE LIKE HIM (ZIZOU)…LATEST…NOW…OR NEXT ON…

    always in my heart forever…I wish I will meet you someday befire I died…

    tuk fans berat Zidane…kirim email k gw ya…

    Balas
  • 35. deaL  |  Desember 14, 2007 pukul 5:18 am

    “BEST PLAYER EVER AFTER!!!!!!”
    gak da matinye!!!! hehehehe
    emang pantes jd pemain terbaik sekaligus termahal dunia!!!!
    pokoknya oke bgd de ahh…
    sedih jg c skrg gak bisa liat aksi zidane lagi..
    pengeeeeeeeeennn…..bgt ketemu ma yg namanya
    Mohammad Yazid Zidane a.k.a Zinedine Zidane a.k.a Zizou….
    he’s IRREPLACEABLE,,
    no one can be like him!!!!!!!!
    absolutly!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    LupH HiM sO mucH…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 36. syaiful ahnanta  |  Juni 4, 2008 pukul 1:15 am

    zidane koc kamu keluar tho dari juventus

    Balas
  • 37. abeck_  |  November 7, 2008 pukul 8:39 pm

    figo dan zidan dua duanya adlah anjing super

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Blog Stats

  • 262,731 hits

%d blogger menyukai ini: