Awas Kutukan Pembukaan!

Juni 8, 2006 at 3:42 am Tinggalkan komentar

Benarkah tampil di partai pembuka Piala Dunia adalah sebuah mimpi buruk?

BERLIN – Pertama kali sejak 1974, juara bertahan tidak tampil dalam partai pembukaan Piala Dunia. Namun, juara Piala Dunia 2002, Brasil, justru bersyukur karena bisa terhindar dari kutukan partai pembuka. Jerman pun harus mewaspadai kutukan itu saat menjamu Kosta Rika dalam laga perdananya besok melawan Kosta Rika.

Perubahan kelaziman itu berkaitan dengan perubahan peraturan dari Badan Sepak Bola Dunia (FIFA). Mulai empat tahun mendatang, juara bertahan harus lolos dari babak kualifikasi zona mereka kalau ingin tampil lagi di Piala Dunia.

Di luar urusan perubahan peraturan itu, partai pembuka pesta bola empat tahunan ini kerap menjadi mimpi buruk bagi juara bertahan. FIFA membakukan aturan juara bertahan harus tampil di partai pembuka mulai 1974.

Selama delapan kali pergelaran, hanya dua jawara yang bisa menang dalam pertandingan perdananya, yakni Jerman yang menaklukkan Bolivia 1-0 pada 1994 dan Brasil yang menekuk Skotlandia 2-1 pada 1998. Selebihnya, sang pemegang gelar roboh dan ditahan imbang, masing-masing tiga kali.

Namun, Jerman dan Brasil juga tidak mendapat kemenangannya di laga perdana dengan mudah. Jerman hampir saja tergelincir oleh Bolivia pada Piala Dunia 1994. Penampilan Juergen Klinsmann dan kawan-kawan itu juga sangat meragukan dan akhirnya terkapar hingga perempat final. Empat tahun kemudian, Brasil juga menang melalui tendangan bunuh diri Tommy Boyd, 17 menit sebelum pertandingan selesai. Brasil mencapai final dan kutukan baru terjadi hingga digulung Prancis 3-0.

Argentina terhitung menjadi negara yang paling sial dalam partai pembuka. Sejak 1974, Argentina telah menyabet dua gelar dan terkapar pada pertandingan awal selanjutnya. Setelah menjadi tuan rumah dan juara pada 1978, Argentina menelan pil pahit saat ditekuk Belgia 1-0 pada partai pembuka 1982 di Spanyol.

Giliran Diego Armando Maradona dan kawan-kawan gigit jari saat ditekuk Kamerun 1-0 di Italia 1990. Beruntung Argentina masih bisa lolos ke babak berikutnya hingga kalah di final melawan Jerman. "Kami sangat terpacu menghadapi juara dunia. Ini motivasi yang sangat luar biasa, apalagi menghadapi pemain seperti Maradona," ujar bintang Kamerun masa itu, Roger Milla.

Kisah paling tragis menimpa Prancis di Piala Dunia Korea Selatan-Jepang 2002. Setelah meraih gelar juara pada 1998 plus Piala Eropa 2000, Prancis masih tetap dijagokan karena materi pemainnya hampir sama. Namun, tim Ayam Jantan itu terkapar oleh tim debutan Senegal 1-0 pada partai pembuka. Les Bleus semakin babak belur hingga tersisih pada babak pertama.

FIFA tidak mau catatan kelam Prancis terulang. FIFA tidak ingin juara bertahan angkat koper lebih awal. Untuk itulah juara bertahan mempunyai kesempatan bernapas. Brasil baru memainkan partai perdananya melawan Rusia pada Rabu mendatang. Sementara partai pembukanya adalah tuan rumah Jerman melawan Kosta Rika. Tapi apakah kutukan itu berlaku juga bagi nonjuara bertahan? Awas, kutukan dari negeri sejuta pisang!

Link

Entry filed under: Argentina, Brazil, Costa Rica, FIFA, France, Germany, Host, Soccer, World Cup. Tags: .

Beckham Tak Idolakan Pele Spanyol Tekuk Kroasia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Blog Stats

  • 262,677 hits

%d blogger menyukai ini: