Italia, Lawan Terberat Jerman
HAMBURG – Italia bakal menjadi lawan terberat Jerman dalam pertandingan semifinal di Dortmund, Selasa mendatang. Pasalnya, tim berjuluk Azzurri itu adalah tim dengan pertahanan terkuat sampai saat ini. Dalam lima pertandingan, mereka baru sekali kebobolan. Itu pun dari gol bunuh diri bek Cristian Zaccardo ketika bermain 1-1 melawan Amerika Serikat di penyisihan Grup E.
Rekor mereka hanya bisa dikalahkan oleh Swiss yang sudah tersisih. Sepanjang Piala Dunia 2006, gawang Swiss tak pernah kebobolan. Mereka hanya kalah di adu penalti melawan Ukraina.
Padahal di formasi empat bek sejajar, pelatih Italia, Marcelo Lippi, kehilangan bek tengah Marco Materazzi akibat pemain Inter Milan itu mendapat kartu merah ketika melawan Australia di 16 besar. Sebelum babak kedua itu, Lippi sudah tak bisa mengandalkan poros halang AC Milan, Alessandro Nesta, karena cedera.
Tapi, dengan kepemimpinan kapten Fabio Cannavaro yang gemilang dan ditunjang kecemerlangan penampilan kiper Gianluigi Buffon, pertahanan Italia benar-benar bagai pintu dengan gerendel besi.
Italia bakal menantang Jerman yang baru saja lolos perjuangan mental dan fisik dalam adu penalti melawan Argentina. Pertemuan Italia dengan Jerman sekarang adalah yang pertama sejak Italia mengalahkan Jerman pada final Piala Dunia 1982 di Spanyol. Sebelumnya, pada semifinal Piala Dunia 1970, Italia juga menang 4-3 di perpanjangan waktu.
Setelah menjadi juara 1982, kalah dari Brasil di adu penalti final 1994, dan sekarang, setelah 12 tahun, tim Azzurri hanya butuh satu pertandingan lagi untuk kembali ke final.
2 comments Juli 3, 2006
Hasil Akhir Perempat Final
Inilah hasil akhir babak perempat final Piala Dunia 2006
1 comment Juli 3, 2006
Prancis: Kini Giliran Portugal
FRANKFURT – Brasil sudah, kini tiba giliran Portugal untuk dikalahkan. Prancis mencuri ritme, bukan, lebih tepatnya tarian samba milik Brasil di FIFA World Cup Stadium, Frankfurt tempo hari.
Pengalaman dan kecerdikan mengantar Prancis mengalahkan juara bertahan Brasil 1-0. Satu-satunya gol tercipta setelah Thierry Henry sukses memanfaatkan tendangan bebas Zinedine Zidane pada menit ke-57.
Di semifinal, Prancis akan menghadapi Portugal di Muenchen, lusa. Portugal meraih satu tiket setelah mengalahkan Inggris 3-1 lewat adu penalti di Gelsenkirchen.
Pelatih Prancis, Raymond Domenech, mengingatkan timnya bahwa Portugal–tim yang mereka kalahkan di semifinal Piala Eropa 2000–bukanlah tim lemah.
Add comment Juli 3, 2006
Prancis, Dua Langkah Lagi
Frankfurt: Prancis dua langkah lagi meraih juara. Tendangan Thierry Henry, pilar Arsenal pada menit ke-57 di dalam pertahanan Brasil membobol gawang Dida, kiper Brasil, menutup jalan Tim Samba juara lima kali itu, 1-0, sekaligus mempertemukan Le Bleus dengan Portugal di babak semi final. Kedua tim bermain di Stadion FIFA WORLDCUP, Frankfurt, Minggu (2/7) dini hari.
Gol tersebut merupakan umpan bola mati Zinedine Zidane, pengatur serangan Prancis, yang bermain fantastis. Chris Waddle, komentator BBC, mengakui jika permainan Zizou malam ini membuat pendukung Prancis terpana. “Zidane bermain sangat fantastis. Ia mulai menemukan irama permainannya sejak partai melawan Spanyol,” kata Waddle.
Brasil dua kali tak berdaya melawan Prancis di babak final. Ingatan melayang pada Piala Dunia 1998, di Prancis. Le Bleus menggulung Brasil, 3-0. Dua gol Zidane ditambah satu dari Emmanuel Petit, membuat malu kubu Mario Zagallo, pelatih Tim Samba waktu itu. Malam ini, Henry menjadi mimpi buruk bagi Carlos Alberto Parreira.
1 comment Juli 3, 2006
Cristiano Ronaldo Pulangkan Inggris
Gelsenkirchen: Cristiano Ronaldo membawa Portugal melaju ke semi final. Tendangan penalti terakhir pilar Manchester United itu langsung membungkam Inggris pulang mengepak koper, 3-1 (0-0), di Stadion FIFA WORLDCUP, Gelsenkirchen, Sabtu (1/7) malam.
Ini merupakan mimpi buruk bagi Inggris di bawah kepelatihan Sven Goran-Eriksson. The Three Lions loyo ketika menghadapi drama adu penalti. Di Piala Eropa 2004, David Beckham dan kawan-kawan juga gagal mengeksekusi pinalti, Inggris kalah 6-5 atas Portugal ketika itu.
Baik Inggris maupun Portugal membuang 120 menit waktu yang disediakan. Bertanding di bawah suhu 28 derajat celsiusdi Stadion FIFA WORLDCUP, Luis Figo dan David Beckham tidak mampu merubah keadaan.
Inggris yang bertarung dengan 10 orang, akibat dikeluarkannya Wayne Rooney, penyerang Manchester United, praktis cuma punya satu peluang emas. Tembakan Frank Lampard di kotak pertahanan Portugal dapat di blok Ricardo. Ricardo pula yang menghalau tiga tendangan penalti dari Frank Lampard, Jamie Carragher dan Steven Gerrard.
2 comments Juli 3, 2006
Prancis Masih Unggul
Prancis dan Brasil baru 12 kali bertemu dalam pertandingan internasional. Mereka saling mengalahkan dengan rekor masing-masing empat kali menang, empat kali kalah, dan empat kali seri.
Di ajang Piala Dunia, mereka baru tiga kali bertemu, yakni pada 1958, 1986, dan 1998. Dari tiga pertemuan itu, Prancis masih unggul dengan dua kali menang dan sekali kalah.
Prancis menang 3-0 pada babak final 1998. Pada babak perempat final 1986, Prancis menang 4-3 lewat adu penalti setelah kedudukan 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu. Brasil memenangi partai semifinal 1958 dengan skor 5-2.
Simak statistik berikut:
Piala Dunia Prancis 1998
Brasil 0 Prancis 3
Babak: Final
Tanggal: 12 Juli 1998
Stadion: Stade de France
Penonton: 80.000
Pencetak gol: Zinedine Zidane 27′, 46′, Emmanuel Petit 90′ (Prancis)
Tim:
Brasil: Taffarel; Cafu, Aldair, Junior Baiano, Cesar Sampaio (Edmundo 75′), Roberto Carlos, Dunga, Ronaldo, Rivaldo, Leonardo (Denilson 45′), Bebeto
Prancis: Fabien Barthez; Bixente Lizarazu, Youri Djorkaeff (Patrick Vieira 75′), Didier Deschamps, Marcel Desailly, Stephane Guivarch (Christophe Dugarry 88′), Zinedine Zidane, Lilian Thuram, Emmanuel Petit, Frank Leboeuf, Christian Karembeu (Alain Boghossian 57′)
Kartu kuning: Baiano (Brasil) 33′, Deschamps (Prancis 39′, Desailly (Prancis) 48′, Karembeu (Prancis) 56′, Desailly (Prancis) 68′
Kartu merah: Desailly (Prancis) 68′
Wasit: Said Belqola (Maroko)
Hakim garis: Mark Warren (Inggris), Achmat Salie (Afrika Selatan)
Piala Dunia Meksiko 1986
Brasil 1 Prancis 1
(Prancis menang adu penalti 4-3)
Babak: Perempat final
Tanggal: 21 Juni 1986
Stadion: Jalisco, Guadalajara
Penonton: 65.000
Pencetak gol: Careca (Brasil) 17′, Michel Platini (Prancis) 40′
Tim:
Brasil: Carlos; Edinho, Junior (Silas 91′), Muller (Zico 71′), Careca, Josimar, Julio Cesar, Alemao, Branco, Socrates, Elzo
Prancis: Joel Bats; Manuel Amoros, Patrick Battiston, Maxime Bossis, Thierry Tusseau, Luis Fernandez, Michel Platini, Alain Giresse (Jean-Marc Ferreri 87′), Jean Tigana, Dominique Rochetwau (Bruno Bellone 99′),
Kartu kuning: -
Kartu merah: -
Wasit: Ioan Igna (Rumania)
Hakim garis: Lajos Nemeth (Hungaria), Christov Vojtech (Cekoslowakia)
Piala Dunia Swedia 1958
Babak: Semifinal
Tanggal: 24 Juni 1958
Stadion: Rasunda, Solna
Penonton: 27.000
Pencetak gol: Vava (Brasil) 2′, Just Fontaine (Prancis) 9′, Didi (Brasil) 39′, Pele (Brasil) 52′, 64′, 75′, Roger Piantoni (Prancis) 83′
Tim:
Brasil: Gilmar; Bellini, Didi, Mario Zagallo, Pele, Garrincha, Nilton Santos, De Sordi, Orlando, Zito, Vava
Prancis: Claude Abbes; Raymond Kaelbel, Andre Lerond, Bob Jonquet, Jean-Jacques Marcel, Armand Penverne, Just Fontaine, Raymond Kopa, Roger Piantoni, Jean Vincent, Maryan Wisniewski
Kartu kuning: -
Kartu merah: -
Wasit: Benjamin Griffiths (Wales)
Hakim garis: Raymon Wyssling (Swiss), Reginald Leafe (Inggris)
Add comment Juli 1, 2006
Maradona Puji Rooney

Legenda hidup sepak bola Argentina Diego Armando Maradona memuji penyerang muda andalan Inggris Wayne Rooney sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini, meski penampilannya di Piala Dunia kali ini belum memuaskan.
Mantan kapten tim nasional yang membawa Argentina meraih juara dunia untuk kali kedua pada 1986 di Meksiko itu menganggap pemain berusia 20 tahun itu sebagai pemain sangat berbakat dan fenomenal.
Maradona menganggap Rooney setara dengan Ronaldinho, Juan Roman Riquelme dan Lionel Messi. “Tak ada keraguan, Wayne Rooney adalah salah satu pemain terbaik di dunia,” tegasnya, Jumat lalu.
2 comments Juli 1, 2006


