Zidane Tak Layak Dapat Kartu Merah?

Juli 11, 2006

Seharusnya Materazzi yang dapat kartu merah (red card), bukan Zidane. Nggak percaya? Lihat rekaman video berikut ini:

animation9.gif

Sekadar intermezzo. Hihihi… :-)

Sumber: [theGadget!]

Entry Filed under: France, Italy, News, Soccer, World Cup, World Cup 2006. .

39 Comments Add your own

  • 1. qq  |  Juli 12, 2006 at 8:36 am

    mungkin setelah piala dunia ini zidane beralih menjadi pemain smack down!!! buat anak2 dont try this to your papa!

    Balas
  • 2. Gusti Jeffy Nugraha  |  Juli 13, 2006 at 1:52 am

    menurut saya Zidane memang tidak pantas karena Materazzi telah menendang kelamin Zidane, kalau anda lihat sendiri kelamin alias kontol Zidane kalau di pegang maka akan merangsang apalagi ditendang kalau tidak percaya lihat videonya Zidane aja sampai terbang ke france gara-gara merangsang sekali ah….ahha…shut up…..

    Balas
  • 3. toni  |  Juli 14, 2006 at 2:42 pm

    hahahahahahaha….. kreasi yang kreatif. bravoooo… YOU!!!
    ya dari video itu juga keliatan benar kalo kalo si marco terlalu binal… haha

    tapi dari hasil slow motion sungguhan juga marco ngomong tak karuan yang akhirnya di tanduklah ia. sblumnya juga marco mencubit puting zidane…..huh dasar…

    Balas
  • 4. juwita  |  Juli 17, 2006 at 12:59 pm

    Tanggapan-ku tentang komentar orang-orang selama ini mengenai Zidane’s “head-butting”.

    1.walaupun Materazzi menghina ibu dan saudara Zidane, tidak seharusnya Zidane menganggap kata2nya serius karena Materazzi tidak pernah bertemu apalagi mengenal ibu dan saudara Zidane.

    Tanggapanku >>> apakah kamu pernah mendengar kata2…becareful for what u said…atau bagaimana jika teman anda yang dengan alasan tidak pernah bertemu dengan keluarga anda tiba2 berkata kepada anda…”hey…aku tahu jika ibumu adalah seorang teroris dan adikmu adalah seorang pelacur.” ? Aku yakin…jika “head-butting” belum cukup untuk membalas perbuatannya.

    2.Bagaimanapun…seharusnya Zidane tidak melakukan tindakan kasar terhadap Materazzi, karena ini adalah sebuah permainan olah raga (high pressure), kata2 sampah (trash talking) termasuk “lazim” didalamnya dan Zidane seharusnya sudah tahu akan hal itu dan bersikap dewasa dengan tak memperdulikannya.

    Tanggapanku >>> mungkin berlaku untuk olah raga lain…tapi tidak untuk ajang bergengsi seperti “World Cup”. Disini adalah arena pertandingan olah raga untuk orang2 yang berdedikasi tinggi…terpelajar…dan bergengsi… Dimana seluruh dunia rela mengorbankan tidak hanya waktunya untuk menyaksikan ajang kelas dunia ini. Namun…apa yang Materazzi katakan sudah lebih dari batas “kata2 sampah” (trash talking). Dengan mengatakan “ibumu adalah teroris muslim”. Tidak saja menghina orang yang ada dihadapannya. Tapi juga penonton dari seluruh dunia. Terutama kaum muslim. Ini adalah kasus “rasisme”.

    Seperti yang aku katakan tadi…ini adalah ajang kelas dunia. Menghina latar belakang seorang pemain sama dengan menghina separuh dunia yang mendukung di belakangnya.

    Untuk “head-butting” yang dilakukan Zidane…(walaupun belum cukup untuk menghukum kata2 “rasisme” dari Materazzi) telah membuktikan pada dunia…jika Zidane telah membela separuh dunia yang ada di belakangnya dengan mempertaruhkan nama baiknya sendiri yang sudah sekian tahun ia bangun. Tidak diragukan lagi…Zidane bukan saja maestro lapangan tengah untuk tim nasional France. Namun ia juga pahlawan untuk kaum muslim di dunia. Ingat…membawa nama agama adalah hal yang sangat personal…masalah keyakinan dalam jiwa setiap manusia…dimana orang rela bertaruh dengan nyawanya sendiri. Itulah mengapa…membawa nama agama sama saja mengangkat isu rasisme ke permukaan.

    Dengan keluarnya kata2 “rasisme” saat itu, pertandingan memang tidak seharusnya dilanjutkan. Karena bagaimanapun…dan dimanapun…rasisme adalah kata2 yang super sangat serius. Ditambah lagi…Materazzi adalah salah satu pemain yang membawa nama negaranya, Italy.

    Dan ingat…hal ini menjadi sangat serius karena…bukan saja kata2 Materazzi diucapkan di arena “World Cup”, namun terjadi di Berlin (tempat Grand Final World Cup berlangsung), kota yang menjadi saksi perpecahan antara Jerman Barat dan Jerman Timur akibat “RASISME”. Kota ini pula tempat dikumandangkannya perjanjian Anti RASISME.

    3.Tapi untuk pemain se-kaliber Zidane…dia seharusnya tidak kehilangan kontrol hanya akibat kata2 sampah dari seorang pemain seperti itu.

    Tanggapanku >>> berapa kali harus aku katakan…kata2 yang Materazzi ucapkan bukan sembarang kata2. Jangankan seorang Zidane…Jerman Barat-pun dapat pecah kembali dengan Jerman Timur jika ingin membahas tentang RASISME. Dunia pun bisa gempar jika dua orang “terkemuka” mengangkat isu rasisme sebagai bahan “adu mulut”.

    4.Jadi sekarang apakah anda menyalahkan wasit…karena tanpa kompromi meng-kartu merah Zinedine Zidane, tanpa tahu masalahnya?

    Tanggapanku >>> tidak sama sekali…wasit Horacio Elizondo dari Argentina itu memang bersalah karena tidak mendengar alasan dari kedua pihak, namun ia tidak patut dipersalahkan. Sekarang adalah tugas FIFA sebagai penyelenggara World Cup untuk mengusut kasus ini sejelas2nya. Mungkin saat itu wasit sangat terbatas untuk besikap adil. Namun FIFA memiliki bukti2 rekaman dan ahli2 yang dapat meneliti kejadian2 yang tidak beres di even internasional yang diadakannya. Ditambah lagi…dan yang paling penting…FIFA mempunyai hak untuk mengintervensi penghargaan “Golden Ball” bahkan “World Cup” itu sendiri.

    Sekarang bagaimana pendapat Anda, apakah World Cup masih pantas untuk tim yang bertanding dengan cara yang demikian?

    Jika anda menjawab mereka masih pantas. Yah…aku doakan saja mudah2an anda merasakannya sendiri. Aku penasaran dengan reaksi anda, jika suatu saat ada orang yang mengatakan di depan orang banyak bahwa “ibu/adik perempuan anda pelacur” (syukur2 tidak membawa nama agama dibelakangnya). Terdengar kasar…namun cukup adil jika anda ingin merasakan sensasinya…?!

    Balas
  • 5. risa  |  Juli 20, 2006 at 6:45 am

    walaupun gw cinta italia, tapi kali ini sikap materazzi gak bisa di toleransi. kate di koran2 dia udah menghina zidane, gak seportip tuh orang, kalo mao ribut, di luar lapangan aja… tapi menurut gw sebaiknya zidane menahan diri, kan kasihan teman2nya yang ude berjuang keras untuk menang…..

    Balas
  • 6. buyunk radikal  |  Juli 21, 2006 at 4:22 pm

    1.hahahahaah boleh juga idenya emang materazzi tuh mulutnya gak bisa di ayak makanya buat FIFA harusnya tiap pemain mulutnya diakasih mik kaya wasit kan bisa tahu siapa y7ang ngomongnya ngawur biar gak ada yang maen tanduk aja kayak zidane

    Balas
  • 7. rannh  |  Juli 23, 2006 at 8:21 am

    wahh , si materazzi . emang dasar monyet tu orang atu . dasar monyet , eh maksudnya dasar orang . materazzi , gw TABOK jga loe !!

    ZIDANE , LOVE YOU !! Jiya You !! tetep smangath !!

    Balas
  • 8. Waris santosa  |  Juli 26, 2006 at 3:08 am

    Sebenarnya kedua pemain melakukan ksalahan,tetapi proporsi kesalahannya lebih besar materrzzi, karena dia menjadi penyebab zidan terkena kartu merah,”ada asap pasti ada api,dapat kartu merah pasti ada penyebabnya”. Tandukan zidan karena ejekan materazzi,coba pikir jika seorang pemain mendapat ejekan yang menyakitkan,menyangkut harga dirinya,siapa pun orangnya pasti membalas (kata2 atau tindakan) dan itu secara spontan diluar kontrol. Materazzilah sebenarnya sampah atau penyakit lapangan,karena dia menjadi penyebab senua itu.

    Balas
  • 9. Waris santosa  |  Juli 26, 2006 at 3:21 am

    Sebenarnya kedua pemain melakukan ksalahan,tetapi proporsi kesalahannya lebih besar materazzi, karena dia menjadi penyebab zidan terkena kartu merah,”ada asap pasti ada api,dapat kartu merah pasti ada penyebabnya”. Tandukan zidan karena ejekan materazzi,coba pikir jika seorang pemain mendapat ejekan yang menyakitkan,menyangkut harga dirinya,siapa pun orangnya pasti membalas (kata2 atau tindakan) dan itu secara spontan diluar kontrol. Materazzilah sebenarnya sampah atau penyakit lapangan,karena dia menjadi penyebab senua itu. Agar peristiwa seperti ini tidak akan terulang lagi,maka FIFA harus menindak dengan tegas dengan cara memberikan hukuman yang setimpal terhadap siapa yang paling bersalah terhadap kedua pemain tersebut, Dengan adanya keputusan dari FIFA yang tegas,sehingga dari kedua pihak tidak ada yang dirugikan.

    Balas
  • 10. Siti-Zou  |  Agustus 5, 2006 at 8:32 am

    Zidane tidak bersalah. Dia adalah pribadi yang bijak dan tenang. NAmun, semua orang termasuk Zidane juga bisa marah kalau memang sesuatu yang hal telah sangat menyakiti hati. Artinya, kata2 yang dilontarkan Materazzi sudah di luar batas sehingga sebegitu marahnya Zidane sampai menanduk dadanya. MATERAZZI IBLISSS…. bagi saya dan masyarakat prancis tentunya, Zidane TETAP DI HATI..

    Balas
  • 11. dara_manisku  |  Agustus 6, 2006 at 7:51 am

    zidane is innocent! dia ga salah dooonk

    Balas
  • 12. Maneesh  |  Agustus 11, 2006 at 5:00 am

    Zidane Tak Layak Dapat Kartu Merah?

    Balas
  • 13. kotobuki ran  |  Agustus 11, 2006 at 9:26 am

    memang bener…….. Materazzi is devil, monyet, SGM (sinting, gila, miring)……… He’s stupid…….geblek!!!!!!!!!

    Balas
  • 14. Ayok  |  Agustus 14, 2006 at 11:55 pm

    Walaupun sikap Metterazi sudah keterlaluan tapi itu tergantung dari keputusan FIFA, kita tidak bisa menyalahkan siapa2 disini, karena menusia tidak ada yang sempurna. Jadi biarlah Tuhan yang menghukum dan menentukan siapa yang bersalah dan mendapatkan hukuman. AMIN.

    Balas
  • 15. Ririn  |  Agustus 15, 2006 at 7:12 am

    Gw sbnrnya suka ma Italia. But, coz Materazi biadab itu! jdnya aku berpindah pada Pra!
    Oooohhhhhhhhh……….Zidane malangnya nasibmu!
    gara-gara Materazi Pra kalah!
    Coba Zizo nggak kena kartu merah!
    Bakalan terulang deh 1998

    Balas
  • 16. pig girl  |  Agustus 16, 2006 at 11:11 am

    i am an Italian Lover but i hate Materazzi coz….. dia dah ngatain Zidane anak jablay teroris, emangnya Materazzi mau apa dikatain yg seancur itu?? gublek abis, kunyuk, brengsek tuh si Materazzi… kalo ketemu gw gampar juga sampe sekarat tuh mukanya!

    Balas
  • 17. Alyssa Zidane  |  Agustus 26, 2006 at 1:01 pm

    Zidane memang ngga layak dapet Kartu Merah!

    Balas
  • 18. ENUNG  |  Agustus 27, 2006 at 1:41 am

    emang zidane tuh ga pantes dapet kartu merah Materazzi sialan itu yang hrs dpt kartu merah malah yg di denda lbh banyak tuh malah zidane kurang ajar bgt seandainya gw sempet ketemu si materazzi gw akan tonjok tu iblis ampe bengep

    Balas
  • 19. dani_6642  |  September 20, 2006 at 9:03 am

    walau pun beda agama tapi jangan menggejek dong dan matrazzi seharusnya di hukum oleh agama nya sendiri

    Balas
  • 20. lecca  |  September 20, 2006 at 11:15 am

    i hope zidane will got all the best awards…
    buat materazzi sih… apa ya…??

    Balas
  • 21. Nopri  |  November 21, 2006 at 6:27 am

    Sebenarnya yang salah si zidane. kalo dia nggak nanduk ga bakal ditendang ama materazi. iya ga?%$#!@^&*

    Balas
  • 22. rin  |  November 21, 2006 at 8:22 am

    zidane tidak pantas……. okeh?????

    Balas
  • 23. jelajahdunia  |  Desember 1, 2006 at 1:03 pm

    OOT:
    Salam kenal, ane meu mengundang ente semua….
    kunjungi http://www.mediamuslim.info ya… trims..

    Balas
  • 24. ag  |  April 19, 2007 at 5:42 am

    Zidane shouldnt have headbutted…. shame it happened….

    Balas
  • 25. voetbal.be  |  Juli 26, 2007 at 3:55 am

    totaly Not cool of zidane and very stupid because they lost the match.

    see his explenation on http://www.voetbal.be

    Balas
  • 26. voetbal.be  |  Juli 26, 2007 at 3:59 am

    must hurt in the balls dow

    Balas
  • 27. yoghy  |  Juli 26, 2007 at 10:06 am

    selayaknya, materazzi emang skalian kudu di rajam, dicambuk, disalib, dicincang, digulung ku sarerea. Sangenahna nyebut indung batur perek. Sing baleg we jadi jelma mah anjink Zidane ge boga hate, bleg !!!!!

    Balas
  • 28. elhacha  |  Agustus 26, 2007 at 4:14 am

    Hello, I am Spanish and have a blog of football.
    http: // http://www.elhacha.blogspot.com

    Need your help. Might you recommend to me any blog of football where it(he,she) could do links? Thank you and I wait not to have bothered

    Balas
  • 29. Riza Wahyu Purnama  |  September 20, 2007 at 6:35 am

    I DONT KNOW ABOUT IT. BUT I THINK ZIDANE AND MATERRAZI WAS ACCIDENT. I HOPE THEY CAN FRIENDSHIP AGAIN.THANKS FOR ZIDANE AND MATERRAZI. I LOVE YOURS FOREVER.BYE..

    Balas
  • 30. kepittink  |  Oktober 15, 2007 at 5:51 pm

    siapa yg merasa islam pasti dia bela zidane…

    dia bela islam melalui sepakbola

    untung masih ditanduk…klo gw…udh gw telanjangin depan org rame…truz gw kelitikin ampe mati ntu matrizx…

    Balas
  • 31. dr_soccer  |  November 13, 2007 at 2:08 pm

    Zidane is not at the worldcup 2018 !

    Balas
  • 32. joel75  |  Februari 26, 2008 at 11:09 am

    zidane engga bisa disalahin gitu aja..gimanapun juga, pemain bola indonesia dah telanjur ngasi contoh buruk sampe akhirnya budaya berantem dilapangan terus berlanjut…maafin indonesia ya zidane

    Balas
  • 33. me2_zaghi  |  Mei 5, 2008 at 3:47 am

    aPa nYa yG nG lYak coBa..
    slah luu Ndiri NgPaen NyuNduL Razzi!!
    jLs2 tu PrtndingaN spak Bila,,bKan TiNjU

    Balas
  • 34. yosar  |  September 11, 2008 at 1:55 pm

    MeNuRuT SaYa MeMnG ZiDanE TiDk pAnTs dI KsH KrTU MeRh cOz mEtArAzZi UdH nEnDnG KeLmINx zIDAnE

    Balas
  • 35. Dio  |  September 23, 2008 at 4:28 pm

    Zidane is the best.

    Balas
  • 36. Naim  |  Oktober 24, 2008 at 7:39 am

    KALO MENURUT SAYA…. ITU YANG MENGGANGGU DULUAN ADALAH METERAZZI….. DIA YANG MEMEGANG TUBUH ZIDANE SAAT PIALA DUNIA TAHUN LALU ( 2006 RED.) SUDAH YA…. ITU SAJA

    DA………….

    Balas
  • 37. abeck_  |  November 7, 2008 at 8:34 pm

    zidan sangat layak dapat kartu karen dia pemain yang tidak punya sopan santun ketik menjatuhkan materrazi, dia adalah pemain biadab yang bogo….
    anjing kau zidan..;,,,,,

    Balas
  • 38. maxamed salaad cabdi  |  Februari 13, 2009 at 12:53 pm

    waxaan ahay wiil soomaaliyee

    Balas
  • 39. The Greatest Gifts  |  Januari 27, 2010 at 1:20 am

    kreatiipp ! ^^
    the-greatest-gifts.blogspot.com

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Komentar Anda

sakina di Profil Tim Spanyol
sakina di Profil Tim Spanyol
The Greatest Gifts di Zidane Tak Layak Dapat Kartu…
buffon di Italia Juara Dunia 2006
dhoyock di Zinedine Zidane (Prancis)

Tulisan Terakhir

Arsip

a

Meta

Blog Stats